Rabu, 30 Maret 2011

Child Wanna Be

    I am one
 I am child
 I'm the saint who marches in love
...........
(Child- Nidji)



Lagu yang tanpa sengaja nimbrung di playlitstku malam ini harus bertanggung jawab penuh atas lahirnya inspirasi tema tulisan saya kali ini. Anak-anak...seperti halnya saya,  maka kamu, dia dan mereka orang-orang yang sudah dewasa saat ini pasti pernah melewati fase menjadi "anak-anak".. Entah kenapa sejak dulu saya paling suka, senang dan bahkan hoby melihat anak-anak kecil berinteraksi dan bermain. Tatapan-tatapan lugu itu begitu membawa kedamaian tersendiri di lubuk hati yang terdalam membuatku rela berbuat hal lucu dan hal tergila apa saja sekedar untuk mengundang senyum manis dan tawa manja dari bibir-bibir mungil mereka, mau berkorban apa saja hanya untuk mencegah jatuhnya air mata dari sudut mata yang sinarnya teramat polos itu.


Sering terpikir seandainya saja sang waktu ini seperti halnya radio tape yang bisa di "rewind" kan maka masa-masa terindah yang ingin saya kembalikan tentu saat-saat jadi "anak-anak" ini. Saat kita menjadi bintang kejora dalam keluarga, saat kita menjadi raja penuh kuasa nan maha diktator bak seorang Adolf Hitler, Stallin ataupun Mussolini ketika semua hal kita inginkan bisa kita dapatkan, masa dimana kita masih seperti halnya kertas putih yang belum se- centi -pun terkontaminasi coretan-coretan konflik duniawi, waktu dimana kita dapat mereguk manisnya madu kehidupan sepuasnya tanpa sedikitpun mengkhawatirkan tentang kerikil-kerikil masalah kehidupan.

Enaknya jadi anak kecil hidup tanpa beban dan bahagia selalu, tidak perlu merasakan bercucurannya keringat ketika melakukan pekerjaan rumah,  tidak perlu merasakan kalutnya pikiran bila besok ada ujian atau stress karena skripsi tak kunjung rampung sementara tubuh sudah rempong

Enaknya jadi anak kecil hanya mengenal satu cinta yang tulus dan suci yaitu dari orang tua bahkan menjadi  tempat pencurahan cinta dan kasih sayang dari orang-orang sekitar tanpa perlu merasakan getirnya putus cinta ataupun  perihnya sakit hati...

Enaknya jadi anak kecil bebas berteman dengan siapa saja tidak mengenal yang namanya musuh dan tidak merasakan sembilunya sayatan pengkhianatan seorang sahabat..

Enaknya jadi anak kecil mau sesuatu hal tinggal tunjuk kalau tidak terkabul yah tinggal menangis merengek-merengek tanpa harus merasakan laparnya berhemat dan sakitnya banting tulang serta banting otot mengumpulkan koin demi koin rupiah..

Enaknya jadi anak kecil  bebas bermimpi setinggi langit tanpa perlu merisaukan apakah kita mempunyai abilitas maupun kapabilitas untuk membeli tangga ke langit tersebut..

Enaknya jadi anak kecil selalu jadi anak bawang sekaligus anak emas tanpa pernah merasakan pilunya disalahkan maupun dikambinghitamkan..

Enaknya jadi anak kecil bebas bertanya apa saja dan selalu mendapat jawaban yang sopan, lembut dan penuh kesabaran tanpa harus merasakan panas dan merahnya telinga bila dibentak juga gundahnya hati bila dimarah-marahi..

Enak nian indah tak terperi jadi anak kecil itu.. Ibarat mendaki menara kehidupan, dua kaki kita saat ini sudah berada di anak tangga yang baru. Namun, jejak-jejak kaki kita di tangga sebelumnya masih begitu terasa getarannya. Dan jika kita menengok ke bawah, betapa dengan jelas masih bisa kita saksikan jejak-jejak kaki kehidupan beberapa tahun silam itu, maka masa kanak-kanak akan menjadi anak tangga landai yang menawarkan sejuta pesona yang selalu merayu kita untuk turun kembali ke fase itu namun kita harus terus naik sebab patron kehidupan memang mengharuskan kita seperti itu maka biarlah anak tangga pada fase tersebut menjadi sebuah cermin refleksi agar kita lebih optimis menapaki anak-anak tangga berikutnya untuk terus bermimpi setinggi-tingginya..terus berimajinasi seliar-liarnya seperti anak-anak lugu itu karena sungguh setiap fase kehidupan begitu indah pada masanya masing-masing kawan......



Cinta Fitri Session 1431 H


Ini adalah salah satu sinetron favorit ibu2 RT se-Indonesia...yg produsernya dgn semena-mena terus saja membuat sekuel-sekuel sinetron ini Mulai dari Cinta Fitri 1-4 bahkan ada yg session Ramadhan...namun anehnya para ibu-ibu kita masih sj ttp antusias dan tak pernah ada kata bosan dlm kamusnya utk ttp stay tune di dpn tv setiap malamnya...tak apalah..toh itu hak asasi mereka yg tdk dpt diganggu gugat oleh suami apalg anak mereka..
Fitri secara terminologi berasal dari bhs Arab yaitu Fithrah yang berarti "Suci"..sedangkan kata cinta sendiri terlalu universal utk diartikan jadi biarlah Cinta Fitri sy artikan sj sebagai " Cinta yg suci ".. soal arti cinta tentu teman2 punya definisi masing2...sebagai referensi sy punya definisi cinta yg dikutip dr salah satu tmn/saudara/sepupu yg menolak utk disebutkan namanya... sebut sj namanya (yaya-nama samaran.red) menurutnya "cinta adalah segala sesuatu yg membuat hidup lebih mudah dan bahagia.." thats all katanya..what everlah..yg jelas kali ini sy tdk sedang ingin menulis ttg cinta tp ttg Idul Fitri..hehe

Bagi para anak-anak yg sedang dlm masa tumbuh kembang, Idul Fitri adalah baju baru, sendal baru, dan kembang api
Bagi para remaja yg sedang dlm pencarian jati diri , Idul Fitri adalah Uang saku lebaran, Petasan dan Balap-balapan di mlm takbiran
Bagi para dewasa muda mudi ada 4 kategori :
  1. Yg lg kasmaran..Idul Fitri adalah kencan Islami keliling kota dan ke tempat2 wisata atau keramaian...
  2. Yg lg pedekate..Idul Fitri adalah berdandan sebaik mgkn dgn baju terbaik  utk kemudian bertamu ke rmh calon pacar..prikitiuw...
  3. Yg blm punya pcr tp punya byk teman..Idul Fitri adalah berkumpul bersama teman2 segender dan menyerbu ke rmh para guru..
  4. Yg tdk punya pcr dan tdk punya byk teman...hmmm...sory sory sory jek..Idul Fitri adalah mencuci tumpukan piring dan gelas di dapur...hehe
Bagi para mahasiswa yg sedang merantau Idul Fitri adalah mudik, reuni dan liburan....sedang bagi mahasiswa yg tdk mudik "Hidup mmg terkadang sangat kejam kawan"..(alhamdulillah sy dgn secara luar biasa msk dlm golongan ini).hehe..
Bagi para Ayah yg sedang mengais2 rezeki..Idul Fitri adalah THR dan review anggaran belanja rumah tangga..
Bagi para Ibu yg sedang bergulat di dapur..Idul Fitri adalah mempercantik rmh, membuat kue dan memasak semua menu masakan yg ada di buku resep andalan keluarga plus trio lapa2-buras-ketupat..
Bagi para pejabat yg sedang menikmati kemapanannya..Idul Fitri adalah Halal bihalal dan open house...
Dan bagi para ulama yg sedang giat beribadah...Idul Fitri adalah kembali ke fithrah atau "kembali suci"...sebagian ulama lain mengartikan "kembali ke penciptaan awal" dan sebagian jg ada yg mengartikan sebagai "kembali berbuka"...sedang sebagian ulama yg lain memilih abstain...entahlah versi mana yg benar biarkan mereka berdebat toh itu hanya perbedaan persepsi ttg terminologi bahasa...yg jelas Idul Fitri adalah hari kemenangan kita umat Muslim..
Penjabaran di atas hanya utk memaparkan bahwa ternyata masing2 kita mempunyai persepsi sendiri2 tentang memaknai Idul Fitri...hari ini ketika sy menerima sms ucapan selamat lebaran dari teman2, kerabat dan handai taulan juga setelah membuka fb  sy sempat merenung sendiri...bahwa kebanyakan dari teman2 tersebut lebih memaknai Idul Fitri sebagai momen utk saling bermaaf2an dan menjalin kembali tali silaturahmi antar sesama kerabat atau keluarga..

Ucapan "mohon maaf lahir dan bathin" tiba2 menjadi sangat populer hari ini ..bahkan sy perkirakan mengalahkan kepopuleran "Shinta n Jojo"...pdhl jika lebih teliti ucapan tahniah atau ucapan selamat yang diajarkan oleh Rasulullah SAW saat antarsesama muslim bersua di hari Idul Fitri yakni ‘Taqobalallahu minna waminka (waminkum), waja’alana minal aidin wal faizin”, yang artinya “Semoga Allah menerima amaliyah ramadhan saya dan ramdhan anda/kalian, dengan demikian kita akan menjadi orang yang kembali (kpd agama) dan orang yang berbahagia karena telah beroleh kemenangan”.
Jadi sesungguhnya bahwa inti dari ucapan tahniah itu adalah bukan ttg saling memaafkan atau ucapan selamat hari kemenangan sj tetapi adalah saling mendoakan..karena kita tdk pernah tahu apakah selama 1 bln menjalankan ibadah shaum apakah kita tergolong orang2 yg memperoleh pengguguran dosa dan peningkatan derajat taqwa dari Allah atau berada dalam kelompok yg hanya mendapat lapar dan dahaga...

Sementara tentang menjalin kembali tali silaturahmi ini terkait erat dengan tradisi mudik, open house dan halal bihalal yg  entah bgmn asal muasalnya secara tdk sadar telah memenuhi kantung2 memori umat Muslim Indonesia  sehingga menjadi adat kebiasaan atau budaya kolosal setiap tahunnya dan kl tdk salah tradisi ini hanya ada di Indonesia(mdh2an kali ini sy salah..hehe)...
Membina ukhuwah islamiyah dengan tradisi mudik, sungkeman atau halal bihalal secara bentuk mmg sangat Indonesia tapi secara hakekat ajaran Islam dia sangat Islami..jd tdk ada yg salah dari tradisi ini..namun menurut hemat sy bahwa sebenarnya kt dapat membina ukhuwah islamiyah kapanpun juga dan itu mmg sangat dianjurkan bagi kt umat Muslim..mgkn Idul Fitri hanya digunakan sebagai momen...tapi lagi2.. menurut teman sy yg menolak disebutkan namanya itu... bahwasanya "momen itu sendiri sebenarnya dapat diciptakan" jadi tdk harus menunggu lebaran bukan...

Seperti halnya di berbagai media ketika menjelang Idul Fitri yg ramai diberitakan adalah tentang arus mudik, arus balik, harga sembako, harga daging, atau open house dan halal bihalal para petinggi negara...mereka disibukkan tentang pemberitaan yg bersifat adat kebiasaan/tradisi dan melupakan tentang hal2 yg sebenarnya secara Islam berhubungan langsung dengan Idul Fitri seperti pembayaran zakat mal atau org2 yg  membayar fidyah misalnya ..sehingga akumulasi dari semua tradisi serta adat kebiasaan itu perlahan mengaburkan esensi dari makna Idul Fitri itu sendiri sebenarnya... Wallahu a'lam

Sy punya persepsi sendiri ttg Idul Fitri dengan mengkombinasikan pendapat ulama dan tradisi Indonesia bahwa Idul Fitri merupakan puncak dari suatu metode pendidikan mental yang berlangsung selama satu bulan untuk mewujudkan profil manusia yang suci lahir bathin, memiliki kualitas keberagamaan yang tinggi, dan memelihara hubungan sosial yang harmonis...

Akhirnya mari kita saling mendoakan utk termasuk dalam golongan orang2 yg layak memperoleh kemenangan gilang gemilang dengan predikat taqwa di hari Idul Fitri 1 Syawal 1431 H besok..

Apapun makananannya dan dimanapun lebarannya ...
Pastinya ucapannya...
‘Taqobalallahu minna waminka (waminkum), waja’alana minal aidin wal faizin”

Wassalam..

 Ketika bahu telah dislokasi..
Ketika vulnus eksoriatum telah mengering...
Ketika suhu tubuh telah berada di wilayah subfebris...
Logika dan perasaan msh sj ttp ingiin menulis
Aku OL maka aku ada...hehe..


Selasa, 29 Maret 2011

Loving U With Silent Profile



Kau datang ketika aku tersesat dalam bimbang..
Tersaruk dalam torsi dilematis berjuntai pilihan..
Yang mana akan kulabuhi saat semua membuka gerbangnya..
Yang mana harus kuseberangi jika semua memijarkan cahayanya..
Yang mana mesti kudaki bila semua melandaikan jalurnya..

Akhirnya..
Kau menjadi jawab di ujung do'a..
Di saat hati dan usia mulai rapuh..
Keindahan paras dan keelokan budi itu memungut serpihan-serpihan hati yang telah lama berserakan..
Tawa riang dan canda itu merangkainya dalam sebangun konstruksi hati yang baru..
Perhatian dan kasih sayang itu lalu menyempurnakannya dalam sebingkai harapan..

Seiring nyanyian waktu engkaupun menjadi candu bagiku..
Aku membutuhkanmu sepantas manusia membutuhkan jantungnya..
Seperti jantung membutuhkan detaknya..
Seperti detak yang membutuhkan kontraksinya.
Seperti kontraksi yang membutuhkan energinya..
Karena kau adalah sumber energi baru itu..
Energi suci yang menjadi wadah inspirasi nan meluap-luap..

Aku adalah aku yang selalu ada untukmu..
Yang menghapus kata sibuk dari kamusmu..
Yang memecahkan rekor-rekor pilar keegoanmu yang telah lama membeku..
Yang akan mengasihimu seutuh taburan bintang dalam jagad raya..
Yang akan menyayangimu bersama hujan yang meredakan rintik waktu..
Yang akan mencintaimu setulus fajar yang menguapkan embun-embun kegundahanmu..


Dan..
Shubuh masih sekhidmat kemarin..
Pagi juga masih secerah dahulu..
Malam pun tetap bertahta di setiap ujung mimpiku..
Namun hati ini telah kehilangan episentrumnya..
Merindu rintihan "uu'uu" yang kau ucap..
Menanti senandung "jaaadii" yang  menjadi riasan bibir mungilmu..
Mengharap selorohan kata "sayang" yang selalu manja di simpul senyummu..

Dalam roda waktu dan hening malam..
Aku diam menanggung nestapa..
Bukan karena menyerah, mundur apalagi jadi pengecut..
Tetapi ingin membiarkanmu tenang menerjemahkan suara hatimu..
Berharap kesabaran ini mengikis ragu dan prasangkamu..
Hanya tak ingin menambah bebanmu..
Padahal disini ada sebongkah rindu yang membuncah..
Menggelora mengusik setiap kedamaian malamku..
Menyesakkan setiap napas yang berhembus..
Namun aku mencoba tetap tenang dalam kegalauan..
Sebab aku telah menitipkanmu pada Tuhanku..
Untuk menjagamu dengan Guardian Angel terbaik-Nya...

Sungguh aku bukanlah pengecut..
Disini aku bertarung melawan malam untukmu..
Untukmu yang menyembuhkan luka ini..
Mengusap semua perihku..
Mendekap hari-hariku dengan hangat sentuhanmu..
Engkau yang menghadirkan sebentuk rasa yang asing..
Yang menjadi selimutku hingga aku siap untuk membunuh malam..

Tak perduli engkau bertekstur pizza atau spaghetti...
Sesegar es buah atau es teler..
Semanis coklat atau keju...
Karena rasa itu pernah ada..
Aku akan tetap disini...mencintaimu dalam diam..



Satu dari Seribu Alasan Mengapa Saya Tidak Suka Politik

Wakatobi telah memilih..27 Maret 2011 menjadi hari bersejarah itu dimana untuk kedua kalinya daerah ini menggelar hajatan pesta demokrasi yang menentukan kepala daerah dan wakil kepala daerah definitif kedua pasca pemekaran. Layaknya pagelaran pilkada sejumlah daerah di Indonesia, pilkada kemarin pun memang telah selesai namun tetap menyisakan sejuta intrik, konflik, dan kontroversi tentunya. Aneh mendengar berita bahwa pada H-1 sebelum  pilkada digelar para warga disana sibuk berbelanja memborong beras ketan dan ayam potong di pasar-pasar tradisional juga tidak lupa stelan baju baru untuk dipakai saat pergi mencoblos. Walah , pilkada sudah seperti acara hajatan lebaran nampaknya, entahlah itu karena antusiasme berlebihan atau pendayagunaan uang siluman yang diterima dari 6 pasang kandidat yang bertarung. Maaf kalau saya nyablak bicara tentang ini sebab buat saya pribadi tak perlu sungkan-sungkan dalam membicarakani politik uang dalam pilkada karena hal tersebut saya pikir sudah menjadi menu paket wajib di setiap pentas politik negeri ini. Hal yang sebenarnya  merupakan rahasia umum yang bahkan tukang becak tanpa pendidikan pun bisa menceritakannya secara detil saat mengobrol di warung-warung kopi tapi menjadi hal tabu untuk dibahas oleh para aparatur pemerintah dan hukum di negeri ini. Satire....

Seperti itu lah wajah jahiliyah demokrasi di negeri ini kawan..semuanya hanya parodi pentas sandiwara dimana lakon-lakonnya menggunakan topeng yang penontonnya sebenarnya sangat tahu siapa-siapa yang di balik topeng itu dan apa-apa saja akting yang diperankannya namun kita semua termasuk media dan seluruh elemen pemerintahan dan hukum di negeri ini tetap saja pura-pura tuli dan bisu menanggapinya. Pilkada hanyalah topeng di baliknya adalah perebutan kekuasaan, rezim, pengkatrolan status sosial dan tentu saja  pundi-pundi uang yang menjanjikan bagi setiap pemenangnya. Sehingga tak heran pragmatisme yang dalam ranah sepakbola identik dengan seorang Jose Mourinho pun dianut secara membabi buta oleh para kandidat ini, adagium-adagium " BERJUANG ATAS NAMA RAKYAT" dan " NIAT TULUS MEMBANGUN DAERAH" adalah kalimat-kalimat pemanis belaka dari riasan lipstik palsu mereka kawan... Sementara tim sukses hanyalah topeng yang ada di baliknya adalah para penjilat nomor wahid, pemasok modal dan penyumbang tenaga dengan iming-iming jabatan,  jatah PNS ataupun bargaining proyek bila ayam jagonya terpilih, partai politik sebagai kenderaan politik setali tiga uang di baliknya hanyalah tawar menawar harga pintu dan berbagai kontrak politik lainnya. Sementara rakyat selaku wajib pilih juga tak ada bedanya hanyalah sekelompok orang yang tidak perduli dengan sosialisasi atau kampanye yang mereka mau tahu hanya berapa banyak uang yang dibagi per kepala setelah acara, tidak perduli dengan tahapan-tahapan pilkada yang mereka ingat hanyalah berapa suara mereka dihargai pada serangan fajar tanpa sedikit pun terbesit di otak-otak bergambar dollar mereka itu bahwa suara mereka menentukan nasib mereka dan anak cucu mereka 5 atau bahkan 10 tahun mendatang. Ironis.... Seperti itulah Pilkada di Indonesia sobat...kalau kata pepatah...
" Seperti Membeli Karung tanpa Kucing"
Itulah 1 dari 100 alasan mengapa saya tidak suka Politik...
"Huufft..lalu ini apa namanya kalau bukan kapitalis, materialis !!!..Sadar atau tidak sadar bangsa ini memang telah terjebak dalam tirani paham itu kawan.. tidak lain dikarenakan pola hidup masyarakat yang semakin konsumtif dan tsunami krisis moral yang meluluhlantahkan akhlak bangsa ini mulai dari pemimpin sampai ke karucu2 nya...(karucu = bawahan ).  Inilah fenomena yang tumbuh subur dalam masyarakat setelah sistem electoral votes diterapkan akibatnya cost pilkada membengkak begitu pula dengan korupsi kepala daerah terpilih (tahu sendirilah logikanya pengembalian modal),  jumlah pasien RSJ juga ikut meningkat, perpecahan dalam keluarga semakin marak, provokasi, intimidasi dan anarkisme juga tak mau ketinggalan ikut ambil bagian. Lalu siapa yang harus disalahkan?? bagaimana tanggapan para penentu kebijakan di pusat sana? sebenarnya mereka-mereka di senayan sana sangat memaklumi dan sangat sangat paham kok bahwa sistem ini belum bisa sepenuhnya diterima oleh seluruh masyarakat awam di Indonesia  yang sebagian besar merupakan pemilih tradisional sehingga tidak heran sering terjadi salah kaprah terhadap esensi proses pelaksanaan Pilkada itu sendiri hal ini masih diperparah dengan kurangnya sosialisasi tentang Pilkada dan seluk beluknya ini oleh dinas dan lembaga independen terkait dalam hal ini Kesbang dan KPU..namun maumi diapa sistem yang rumit dan banyak tahapannya seperti itu sungguh terlalu menjanjikan dan terlalu menggiurkan bagi mereka sebagai lumbung-lumbung uang bagi mereka..  yah maka jadilah dengan alasan asas demokrasi, pembelajaran politik bagi warga negara Indonesia dan bla bla bla lainnya sistem electoral votes ini tetap diterapkan maka sempurnalah demokrasi di negeri ini dinjak-injak.
Itulah 1 dari 1000 alasan mengapa saya tidak suka Politik kawan...

Maka, makin tambah usia, wajah bangsa ini makin keriput dan penuh bopeng digerogoti virus materialis dan kapitalis ini . Nilai-nilai kearifan lokal yang sarat dengan pasemon dan sindiran sudah tak sanggup lagi menjadi penjaga moral bangsa. Kaidah-kaidah religius berbasiskan ajaran Samawi telah diselimuti kabut tebal sehingga gagal mencerdaskan dan mencerahkan bangsa. Institusi pendidikan pun gagal menjalankan perannya sebagai pusat peradaban dan kebudayaan akibat makin membadainya praktik-praktik sesat yang menenggelamkan keluhuran budi dan keagungan moral. Adagium “Sembah ke atas injak ke bawah, sikut kanan-kiri” bukan lagi sebuah pasemon, melainkan benar-benar telah menjadi praktik hidup nyata keseharian.

Lupakan saja tentang narasi saya di atas yang lahir dari analisa otak usil ini. Apapun hasilnya nanti kepada pemimpin Wakatobi yang baru mudah-mudahan dapat merangkul kembali semua elemen tanpa terkecuali untuk bersama-sama bergandengan tangan membangun Wakatobi yang lebih baik Wakatobi yang bersatu dalam indahnya pluralisme dan multikulturalisme karena sungguh persatuan dan kesatuan adalah paru-paru dari demokrasi yang hakiki.

Mengutip dari seorang sosok yang begitu saya idolakan bahwa :
" Membangun suatu daerah itu harus dari akar permasalahan daerah itu sendiri "
Okelah Wakatobi saat ini namanya begitu mendunia dengan branding "Surga Nyata Bawah Laut" nya yang terletak di pusat segitiga karang dunia. Namun sepertinya masih banyak permasalahan-permasalahan yang menjadi PR sang pemimpin baru kalau perlu menjadi bagian dari program 100 hari kerja mereka setelah terpilih. Misalnya saja tentang masih minimnya lapangan pekerjaan, pembenahan pada sistem penataan tata ruang wilayah dan mitigasi, masalah kesenjangan pemerataan pembangunan utamanya antara wilayah Wakatobi I dan Wakatobi II, perbaikan pada sarana dan prasarana infrastruktur dasar seperti penyediaan listrik dan air bersih sampai ke pelosok, sarana infrastruktur penunjang pemerintahan dan pariwisata yang masih kurang memadai, zoonasi wilayah tangkapan laut para nelayan yang masih menjadi kontroversi, kurangnya inventarisasi wisata budaya karena menurut hemat saya bahwa sebenarnya potensi wisata terbesar Wakatobi bukan hanya wisata bahari namun juga wisata budayanya memendam pesona harta karun peninggalan sejarah yang tak ternilai harganya sehingga perlu adanya sebuah lembaga pelestarian dan pendayagunaan potensi budaya tersebut, selain itu dibutuhkan sebuah koperasi simpan pinjam yang memodali para pengusaha kecil, perlunya sebuah BLK  ataupun upaya peningkatan kualitas SDM secara menyeluruh. Terlalu panjang bila harus diuraikan satu persatu intinya bagaimana mewujudkan surga nyata bukan hanya di bawah laut tapi juga di daratan, selanjutnya ada isu sentral yang menarik yang sepertinya harus saya ungkap di tulisan ini. Bahwa percaya atau tidak percaya masyarakat Wakatobi saat ini masih belum benar-benar bersatu dalam keberagaman. Tak usahlah jauh-jauh mengambil contoh  bahwa masyarakat Wanci belum mampu menyatu betul dengan warga yang berasal dari gugusan-gugusan pulau di belakangnya padahal mereka notabene masih serumpun, lihatlah kenyataan bahwa masyarakat di pulau Wanci sendiri masih sering mendikotomikan antara orang Mandati dan Wangi-Wangi, seperti ada sekat yang memisahkan antara dua komunitas ini. Padahal mereka hidup dan bermasyarakat hanya berjarak seperlemparan batu saja selama bertahun-tahun dan fenomena ini terus diturunkan turun temurun. Dan menjadi tugas wajib pemimpin yang baru untuk memutus mata rantai tersebut. Sebab bagaimana mungkin di era modern ini kita masih memiliki paham seperti itu sodara-sodara. Kenapa kita tidak membalik paradigmanya bahwa ternyata bahwa ras hanya salah satu perbedaan di antara ribuan persamaan, mengapa mereka tidak berpikir bahwa mereka sama-sama orang wakatobi, lebih luas lagi sama-sama suku Buton, selanjutnya sama-sama masyarakat Sultra, lebih luas lagi mereka sama-sama WNI, skala lebih besar lagi bahwa mereka sama-sama penduduk planet bumi, lebih lebih luas lagi mereka sama-sama manusia, dan lebih lebih luas luas lagi bahwa mereka sama-sama mahluk hidup ciptaan Allah. Kenapa kita tidak bisa bersatu di tengah indahnya keberagaman, kebhinekaan, kemajemukan, pluralisme, dan multikulturalisme....??

Wassalam...


Senin, 28 Maret 2011

Spionase Kumis Melintang Pukang

Hamparan sawah yang dikerubuti sinar matahari sore nan elegan itu menjadi pengalih rasa lelah yang menjadi harga setimpal setelah berkendara sekitar 2 jam lebih dari kota Makassar. Tanpa harus terlebih dahulu memikirkan hasil voting ketua PSSI ataupun  PILKADA Wakatobi besok kuputuskan untuk berhenti sejak melepas penat, meregang otot, meluruskan badan menikmati lambaian-lambaian semilirnya angin yang begitu segar memanjakan paru-paru ini dan seluruh saluran-salurannya. Tanpa perlu menoleh sekeliling terlebih dahulu, tanpa malu-malu dan juga tanpa rasa ragu sedikitpun kubentangkan kedua tangan ini berusaha merangkul semua hembusan angin yang berkelabatan di sekitarku begitu segar dan begitu alami udara yang terhirup menawarkan kedamaian sampai ke saraf-saraf otak paling terpencil sekalipun. Bergaya ala Leonardo Di Cap Ryo di film Titanic namun tanpa seorang Kate Winslet tentunya.

Setelah memuaskan hasrat menikmati setiap lekuk keindahan alam yang tersaji, kuputuskan melanjutkan perjalanan. Dan betapa terkejutnya aku ketika melihat seseorang sedang berpose ria di depan kaca spion kenderaan yang aku bawa, seorang lelaki paruh baya dengan postur yang masih menyisakan kejayaan masa muda dengan kumis melintang pukang, sekitar setengah meter sebelah kiri dan setengah meter pula sebelah kanan, sempat terpikir betapa ribetnya jadi orang itu membawa-bawa beban di atas bibir sepanjang itu, kenapa tidak dikuncir saja sekalian atau digimbal mungkin biar lebih modis, bahkan sempat terbersit dalam pikiran saya alangkah anehnya kalau yang satu ditarik ke atas dan yang satu ke bawah maka terciptalah kumis model tahun 2011 yang akan menjadi trendsetter para om-om kaum hedonis metroseksual. Dia hanya lalu melirik sebentar padaku lalu berjalan dengan angkuhnya sedikit mengangkat bahu dan mendongakkan kepala  serta membusungkan dada mempertegas kecongkakannya itu.

Setiap orang yang dia temui di sepanjang jalan terlihat begitu segan, penuh hormat padanya. Ah, begitu menakutkannya orang ini pikirku, bagaimana mungkin hanya dengan melintingkan kumisnya ke atas sambil melirik maka tunduklah semua orang apalagi kalau dia sampai membentak atau mengancam bisa merinding sampai ke bulu ketiak tuh para warga desa. Betapa besar pengaruh sebuah kumis tebal, ikon yang dianggap perlambang kejantanan, kemaskulinan dan keperkasaan seorang pria, idiom yang berkembang bahwa semakin tebal kumis maka semakin jantan dan perkasa jugalah laki-laki itu. Aaah jadi malu melihat kumis tipis yang tumbuh beberapa helai di pinggir kiri dan kanan atas bibir ini kalau tidak bisa dibilang mirip kumis lele. haha.

Seperti itulah stigma primitif yang tumbuh mekar di bumi Indonesia ini yang tak kunjung sadar diri walaupun beberapa kali ditampar dengan kalimat bijak dunia barat " Don't judge the book from its cover" kita malah doyan menyambungnya menjadi " Don't judge the book from its cover but from its price" . Begitulah aku, kamu dan dia sangat intim dengan kata 'tempelan' atau 'labelan', bahkan hal-hal yang menempel tersebut bisa naik kasta sampai menggeser substansi dari label itu sebenarnya. Dalam ranah bahasa Indonesia kita kenal istilah majas Sinekdoke Pars Pro Toto yang artinya sebagian menggantikan semua untuk menggambarkan anomali seperti ini.

Semua orang akan berkata dia kaya lantaran dia naik mobil keren, tanpa perlu mereka peduli apakah mobil itu dapat pinjam, rental, atau korupsi mungkin..
Semua orang akan menilaiku cerdas genius lantaran aku pakai kacamata putih bersih, apalagi kelihatan makin tebal kacanya, makin cupu wajahnya tanpa perlu pembuktian apakah aku memang cerdas dan kritis atau hanya seorang anak culun ketinggalan zaman plus kuper yang rabunnya didapat dari turunan bukan oleh karena rajin membaca.
Semua orang akan berkata Anda bijak, dalam ilmunya, lantaran Anda berjenggot panjang, sebagai simbolisasi kedewasaan, tanpa merasa perlu untuk mengetahui dengan sesungguhnya apakah Anda memang pintar, bijak, arif, dan reflektif atau hanya seorang anak muda yang kurang kerjaan doyan mengoles dagu dengan mentega dan waktu sekolah selalu keringat dingin kayak cacing kepanasan bila pelajaran PPKN atau Pendidikan Agama. Pokoknya jenggot is wisdom!
Semua orang akan berkata bahwa mereka laki-laki sejati yang gahar dan tegas, juga keras, kokoh dan kuat seperti branding semen Bosowa itu hanya lantaran mereka berkumis lebat melintang-pukang, tanpa perlu tahu bahwa sejatinya mereka sangat takut kecoak dan takut lihat darah. Akan halnya lelaki paruh baya tadi,  siapa yang tahu kalau ketika sampai di rumahnya dia disambut dengan jeweran telinga sang istri, siapa yang tahu kalau dia ternyata suka akan warna pynk, nontonnya sinetron telenovela sampai nangis2 di depan TV, musik kesukaannya dangdut dan melayu cengeng mendayu-dayu, kalau tidur harus pake baju tidur Mickey Mousenya, ditemani bantal dan guling bergambar Winny The Pooh serta boneka Teddy Bear di tangan kiri malah masih ditambah dengan jempol kanan diisap-isap saat tidur. Gubrakk....!!!

Karena aku bermimpi bisa dihormati sebagai lelaki sejati yang tegas, keras, sekaligus sosok yang bijak bestari dalam satu paket idaman setiap wanita, maka aku harus piara kumis lebat dan jenggot tebal!
Bila aku mau dianggap sebagai manusia karena kaya, maka suka nda suka, aku harus melekatkan diriku dengan simbol-simbol kemewahan punya ATM dan kartu kredit lebih dari satu, motor modifikasi sporty dan racing, mobil gonta-ganti, pakaian bermerek dan simbol-simbol kehedonismean serta kapitalisme lainnya.
Karena aku ingin didudukkan sebagai orang pintar genius, maka suka tak suka aku harus pakai kacamata tebal, jidat rada klimis, botak-botak jugalah, sebab itulah yang menandai potret sosok pintar!

Lalu kupandangi salah seorang sahabat yang duduk di belakangku, memang sih setelah kupikir-pikir dan kubayangkan dia akan tampak lebih dewasa, macho dan perkasa bila diberi tambahan kumis melintang tebal begitu pula bila ditumbuhkan jenggotnya, dari seorang tampang preman dia dapat bermetamorfosis menjadi tampang tokoh-tokoh masyarakat dan alim ulama pada umumnya. Kemudian kualihkan pandangan kepada teman perjalananku yang seorang lagi yang daritadi tanpa berhenti meracau bermonolog tanpa seorang pun menghiraukannya,  pekerjaannya mengunyah tapi dari tadi cuman rahangnya yang melebar badannya tetap ceking kekeringan. Sepertinya mau ditambahkan kumis setebal aspal beton pun atau sepanjang jalan tol ke Makassar-Maros sekalipun yah tetap tak ada yang berubah paling juga orang takut karena dia disangka jenglot berkumis. Bahkan bila ditumbuhkan janggutnya serindang pohon beringin partai Golkar sekalipun agaknya dia tetap tak ada tampang-tampang arif  bijaksana bahkani bijaksini sekalipun yang ada juga malah jadi bahan tertawaan disangka orang-orangan sawah berjanggut. Apalagi bila ditambahkan kacamata tebal..pasti langsung dijudge sebagai anak culun dan kuper yang  rabun lagi ber IQ tiarap (lebih hina dari IQ jongkok)..hehe

Aah betapa susahnya bila kita harus hidup dalam label, merek dan tempelan seperti itu kawan....


Jumat, 25 Maret 2011

Tuhan Adil dengan Cara-Nya

Pernah nda merasa Tuhan itu nda adil? "Pernah"  jawabku dengan semangat, terutama ketika melihat diri di cermin..haghaghag..Yah kenyataannya saya, kamu, dia dan mereka pasti pernah berujar bahwa Tuhan terkadang tidak adil baik itu dengan bergumam dalam hati ataupun berteriak-teriak kesetanan dengan gemuruh suara maha dahsyat yang bisa menjadi gempa hebat, mengakibatkan tsunami airmata, yang kemudian dengan cepat menyapu semua belek(tahi mata) di sudut-sudut mata, jatuh ke hidung, menyapu ingus yang berceceran, jatuh ke bibir, menyapu habis ludah-ludah yang bermuncratan oleh jeritan lara, dan tetes-tetes sampai akhirnya jatuh ke baju sendiri.. :D #Lets pray for Japan (status laris manis minggu ini)

     Sebahagian besar orang dilanda pikiran-pikiran seperti di atas yaitu tatkala melambungkan asa setinggi langit lalu berusaha keras membanting otak, otot dan tulang seraya berdoa dengan sangat khusyu setiap waktu yang untuk kemudian pada akhirnya asa itu diuapkan oleh kenyataan yang berkehendak lain. Sontak mereka merasa dizhalimi dan diingkari oleh janji-janji manis sang Khalik di berbagai ayat Al Qur'an dan al hadits. Ironisnya, di sisi lain, kita begitu sering lalai bahwa selain berjuang dan berkorban, ada skenario Tuhan dalam hidup kita, termasuk dalam cita-cita apa pun. Itulah sebabnya, tidak semua asa kemudian bisa menjadi kenyataan. Tetapi justru di sinilah sesungguhnya letak keadilan-Nya, bukan ketakadilan-Nya !Karena Allah SWT memang terkadang punya cara-cara "aneh" tersendiri untuk menunjukkan keadilan-Nya kawan.

     Bayangkan, bila setiap asa setiap orang kemudian menjadi kenyataan, maka akan hancur-leburlah keserasian semesta ini akan merusak tatanan yang menunjang keberlangsungan kehidupan. Contoh konkrit misalnya coba survey semua cewek di sebuah sekolah, apakah mereka cinta sama Justin Bibier? Pasti iyaaaaa!!! Kalau semua harus menjadi kenyataan, maka akan begitu repotlah bibirnya Bibier itu meladeni ribuan bibir yang manyun merongos monyong minta diciumnya. Sampai dower klewer-klewer melambai-lambai seperti lagu Smosh,  pun pasti akan banyak bibir-bibir yang nggak kebagian ciuman bibirnya Bibier. Padahal dia tidak lebih hanyalah seorang abg labil yang sedang dalam proses mencari jatidirinya sebagai kaum Adam dan yang paling secretnya lagi dia masih diragukan apakah sudah akhil baligh atau belum..haha

     Oleh karena itu  jika ada keinginan kita yang tidak terwujud, jangan sekali-kali menyalahkan Tuhan, menuduh-Nya tidak adil, tidak sayang padaku, sebab klaim itu hanya mencerminkan serpihan keterbatasan kita untuk memahami wujud lain rencana Tuhan dalam hidup kita.
Bayangkan saja, akan jadi seperti apa wajah kehidupan ini jika semua doa yang minta diwujudkan cita-citanya sontak dipenuhi oleh Tuhan?
“Ya Tuhan, aku pengen cantikkk dan sexy, nda muluk-muluk deh kira-kira kayak Shakira itu lho, tau kan Shakira ya, bukan Ivan Gunawan lho…”
“Ya Tuhan, aku pengen jago Matematika, Kimia, dan Fisika kayak Einstein, bukan Udin yang lagi tenar itu nah…”
“Ya Tuhan, aku mohon supaya gajiku dinaikkan sepuluh kali lipat, sebab aku lagi ada kebutuhan untuk jalan-jalan ke Bali, bukan Betoambari bagian Lipu itu lho…”
“Ya Tuhan, aku pengen banyak duit, banyak rumah, banyak mobil, banyak berlian, juga banyak istri, jangan lupa yang terakhir itu lho yang terutama ya…” haahaa..#ngawur..

      Guling-guling betulan deh wajah dunia ini bila semua doa dikabulkan. Nda akan pernah ada orang kecil, fakir, miskin dan papa sehingga nda akan pernah ada orang yang sudi jadi pembantu, sopir angkot, tukang ojek, OB, dll., hingga akhirnya semua kantor, mal, dan rumah mewah menjadi tidak terurus lagi, tidak jalan lagi, sebab semua orang sudah kaya raya dan nda mau kerja! Nda akan pernah ada orang cantik dan tampan lagi karena semua orang sudah tampan dan cantik. Juga nda akan pernah ada orang pintar, cerdas, berkarir hebat, lantaran semua orang sudah bisa memilikinya pula.

     So what?! Justru hidup ini, dunia ini, menjadi begitu indah dalam ketakseragamannya kok. Dalam seabrek dinamika, tantangan, dan variannya. Jika semuanya seragam, monoton, statis, bukan status, apalagi tikus dan kakus, maka selesailah keindahan hidup ini. Bukti-bukti kecil saja, bagaimana kamu akan mampu merasakan adrenalin pedekate sama cewek idolamu yang begitu kau kagumi sepenuh jiwa dan raga jika kamu bisa langsung mendapatkannya hanya dengan berdoa pada Tuhan, padahal semuanya butuh proses, butuh tahapan mulai dari chat, berkirim message, smsan, telponan, lalu ketemuan dan selanjutnya terserah anda.. lantas apakah kita akan menyudutkan Tuhan tanpa pilihan kecuali harus dipenuhi?

      Bagaimana mungkin kamu akan merasakan indahnya bersekolah, memahami ilmu, bekerja, mengumpulkan receh, banting tulang,otot dan otak jika semua cukup terpenuhi hanya dengan doa yang memaksa Tuhan harus dan harus mewujudkannya? Bagaimana mungkin kamu akan mampu merasakan hangatnya air mata akibat ditolak sosok idamanmu, yang kamu perjuangkan dengan hebat, belain mati-matian, jika kamu nda pernah merasakan ditolak lantaran cukup dengan doa maka inginmu itu pasti diwujudkan oleh-Nya?(Pengalaman 5 kali nembak cwe tapi 6 kali ditolak..haha)
Bagaimana mungkin kamu akan bisa merasakan betapa kerdilnya, fananya, dan lemahnya manusia sepertimu, sepertiku, dan sepertinya bila kamu nda pernah menangis lantaran gagalnya meraih cita-cita? Bagaimana kamu akan bisa merasakan agungnya kuasa Allah jika selalu saja kamu paksa Tuhan untuk memenuhi semua inginmu, yang tanpa titik itu, bahkan di tangan orang bernama Titik Sandora sekalipun, yang bila tidak terpenuhi sontak Tuhan pun kamu cap tidak adil, tidak sayang padamu?

      Memang terkadang, betapa sangat sulit untuk menempatkan Tuhan sebagai Tuhan yang benar-benar Tuhan Yang Maha Kuasa di kala hati kita lagi puruk dan luka lantaran sebuah kegagalan. Sebab yang mendominasi hati dalam situasi begitu selalu saja adalah emosi meledak yang bersumber dari egoisme diri. Tetapi begitu suasana hati mulai mencerah, setahap demi setahap kita akan mampu melihat dengan terang betapa hidup ternyata harus tetap berjalan, life must go on and we must be keep moving on karena Tuhan ternyata tetap menganugerahkan napas dan fungsi tubuh sempurna buatku, kendati kemarin aku mencaci-Nya. So, karenanya kita tetap harus berjalan dan hidup!

      Saat kita berjalan, bergerak, pertanda kita hidup, kita akan mampu lebih benderang melihat bahwa dunia ini begitu luas, amat luas, masih banyak tempat-tempat indah yang belum disambangi, masih banyak makanan-makanan lezat yang belum dicicipi, masih banyak orang-orang baik yang belum ditemui dan di dunia ini ternyata di dalamnya bukan hanya ada wanita yang menolak cinta kita atau wanita yang cuek bebek, cuek angsa dan cuek itik sama laki-laki tapi juga ternyata ada wajah wanita yang awalnya hanya kukagumi, kupandangi fotonya dengan takjub, kuidamkan sifat-sifat baik dan mulianya, lalu kurindukan suara merdunya, selalu kunantikan kehebohan dan kecerewetannya yang justru membuatnya sempurna di mataku dengan caranya sendiri dan akhirnya menjadi sumber inspirasiku kemudian ada juga si Iwan yang juara begadang sedunia berkawankan kelelawar dan burung hantu, Laode Bahiruddin yang tidak ada hubungannya dengan lagu Udin sedunia, Riniati sepupu yang selalu OL sambil kerja tugas, Wa Emi sepupu yang suka kerja tugas sambil ganggui Rini, La Heri yang sampai sekarang masih penasaran apakah Miyabi selamat atau tidak; ataupun Rahmat Tj sahabat paling berjasa dalam hidupku saat ini hanya karena sebuah keisengannya di facebook, dll. Mereka adalah dunia, mereka adalah kehidupan, dan mereka semua bergerak di bawah keadilan Tuhan. Kalau semua orang selalu bisa meraih cita-citanya, tanpa kecuali, maka ndak akan pernah ada lagi kehidupan yang dinamis itu. Akan punahlah keindahan hidup ini..karena memang Tuhan itu adil dengan cara-Nya sendiri sobat...


Dicoba tak mengapa..
Berhasil itu keberuntungan...
Gagal jadi pengalaman ...

Tentang melihat :

"Mata kebencian selalu membuat kita melihat dengan tajam sementara mata cinta membuat indera penglihatan kita tumpul..."
"Lihatlah ke atas sebagai motifasi dan lihatlah ke bawah sebagai pelajaran syukur dan sabar..."
"Melihatlah ke bawah dalam urusan dunia sedang untuk urusan akhirat melihatlah ke atas.."
"Jika kau memilih wanita hanya karena melihat kecantikannya tataplah bulan di langit malam (ini pesan nenek yg sampe skrg msh blom jelas maksudnya..ada yang tahu??)"

Alangkah "Huuuuffftttt:" nya Negeri Ini


Betapa mengerikannya hidup di Indonesia! Suatu ketika Anda sedang kebingungan mencari rumah orang, lalu di sebuah gang yang Anda lihat Anak Kecil, lalu Anda tanyai Anak kecil itu tapi karena Anak Kecil itu takut Anda tanyai, lalu menangis… maka apeslah nasib Anda. Anda dituduh PENCULIK anak! Syukur kalau cuma digiring ke Kantor Polisi, kalau Anda langsung dibakar massa?
Mau kirim sepatu sama undangan dalam bentuk paket disangka bom lalu paket tak berdosa dan tak tahu apa-apa itu diledakkan tanpa rasa bersalah sedikitpun oleh tim GEGANA yang GAYANA ji itu...mengerikannya deh..huufft..

Betapa menyebalkannya hidup di Indonesia. Orang mau patuh malah jadi bentakan orang. Kalau yang membentak mulut tak masalah! Tapi ini KLAKSON! Mobil maupun motor! Ini semua karena sebuah rambu ke kiri dilarang jalan. Di lampu merah Anda menurut patuh, tapi di belakang mobil Anda, klakson akan meruntuhkan niat baik Anda patuh aturan lalu lintas itu! Di jalan kayak Rimba mau sok patuh? Hah! Menyebalkan! sama menyebalkannya dengan supir angkot yang kebanyakan Michael Schumacher wanna be..dan ojek-ojek yang juga ikut-ikutan Valentino Rossi wanna be..ironis ketika selembar nyawa dihargai beberapa ribu rupiah..aaach betapa bebalnya mereka di jalanan.

Betapa nda asyiknya hidup di Indonesia. Nda asyik Punya Pemimpin yang selalu jago Jaga Citra tapi ketegasan nomor dua, peragu, jago ngeluh sedunia tapi masalah nda ada yang beres.  Nda asyik punya wakil rakyat yang bisanya mengajari anak SD rajin membolos, saling mencaci dan bahkan adu otot. Nda asyik punya aparat yang pilih-pilih tebu jerat penjahat korup..malah koruptor diberi respek lebih sampai dibuatkan lagu segala malah..lebih nda asyik lagi ketika bangsa ini selalu ditindas negara tetangga..TKW disiksalah, Manohara di KDRT-ii, kesenian dan budaya nasional diklaimlah, Ambalat dicaplok, wilayah teritorial laut dilanggar, masih juga kalah memalukan di final AFF CUP, dan yang terbaru KD sang DIVA malah dinaturalisasi Timor Leste..huufft..  Ndak asyik banget bro..!

Betapa tidak nyamannya hidup di Indonesia. Mau menyalakan kompor gas takut tabungnya meledak. Mau nonton TV melulu sinetron pembodohan massal, lawakan kasar, infotainment kurang kerjaan dan berita-berita tidak jelas nan hiperbolis. Mau ikuti perkembangan sepakbola nasional timnas nda pernah juara walau sudah pake jasa naturalisasi, pemilihan ketua PSSI sudah kayak sinetron cinta fitri yang menghabiskan bersession-session berjuta-juta episode hanya gara-gara masalah translate..Mau lihat acara musik jadi ndak ada bedanya sama lagu Malaysia cengeng mendayu-mendayu. Mau matiin televisi sudah mati sendiri karena PEMADAMAN LISTRIK dari PLN!!!

Tapi, mo bagimana juga dank.., saya orang Indonesia tonji ! Gimana-gimana juga Aku tetap Cinta Indonesia! Itulah yang menyebabkan gue tetap hidup di sini, di Indonesia Tanah Air Beta!

Saat nasionalisme menjadi satu-satunya alasan terakhir saya masih bangga mengaku sebagai orang Indonesia...
Huuffftt...!!!