Kamis, 14 April 2011

Versatile Player



Engkau cepat..
Pekerja keras..
Punya akurasi..
Berani berspekulasi..
Kreatif dalam imajinasi..
Tangguh dalam berduel..
Tak egois ; bermain untuk tim
Sportif ; selalu punya timing yang tepat..

Engkau adalah seorang versatile player sejati..
Mampu menepis semua serangan gundah dan sesal..
Menjadi tembok pertahanan terakhir yang tangguh bak karang..
Mengatur irama permainan dengan sempurna layaknya seorang dirigen..
Menyisir kedua lapangan hati dari kedua sisi sama baiknya..
 Menjadi goal getter sempurna yang menjebol kokohnya jala keegoan..
Sungguh engkau menjadi penyelamat di saat injury time..
Sang Messiah yang selalu dapat menyihir..
Membuat takdir kemenangan kembali berpihak padaku...



Minggu, 10 April 2011

Rumah Maya

Berawal dari facebook baruku
Kau datang dengan cara tiba-tiba
Bekas kekasih yang lama hilang
Satu dari kekasih yang terbaik

Mungkin waktu yang ku persalahkan
Mungkin saja keadaan yang salah

( G I G I )

Dunia maya memang selalu menyajikan "petualangan' fantastis nan eksotis.  Fantastis lantaran saya menemukan “dunia lain” yang serba misterius dan selalu di luar dugaan. Eksotis lantaran kenyataan-kenyataan yang saya temukan di “dunia lain” itu tampak unik dan sangat jauh berbeda dengan dunia realitas yang saya hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Tentu saja kadar kefantastisan dan keeksotisannya jauh berbeda dengan Luna Maya yang secara kebetulan pernah tenar juga di dunia maya lewat video 'iseng' yang mirip dirinya sodara-sodara sekalian..


Rumah maya dalam pandangan awam saya, sejatinya merupakan sebuah media virtual yang bisa dimanfaatkan sejauh mungkin untuk menemukan “branding identitas” di tengah belantara media virtual lain yang makin beragam dan variatif. Di ruang maya ini saya bebas mengekspresikan pemikiran-pemikiran kreatif yang menyesak di kepala dalam upaya mematenkan "branding identitas" tersebut di sebuah perkampungan global bernama jejaring sosial.

Dengan kedinamisannya ranah maya menawarkan sejuta pesona informasi, panorama ilmu, ataupun keelokan daya nalar dan intelektualitas para penghuninya. Tak heran melihat saya, kamu, dia dan mereka rela menggadaikan waktu berjam-jam hanya untuk menelusuri tiap lekuk keindahan penjelajahan di dunia maya ini dengan berbagai alasan persepsi subyektif masing-masing dari kita. Di sini kita bebas berkespresi menguji sampai dimana batas daya kreatifitas dan keluasan teras imaji masing-masing, tak ada aturan tertulis yang bersifat mengikat dan memaksa layaknya hukum di "dunia nyata" terkecuali mungkin hukum di Indonesia yang terkenal longgar serta fleksibel dengan syarat dan ketentuan berlaku layaknya iklan operator seluler. Hanya mungkin ada norma-norma atau etika tidak tertulis tentang sopan santun dalam bersosialisasi di dunia maya ini yang baik buruknya menjadi konsekuensi terhadap "branding identitas" kita sendiri di media virtual tersebut.

Tak ada yang meragukan peran keterlibatan jejaring sosial dalam kemengan Barrack Obama presiden kulit hitam pertama di negara adi kuasa Amerika Serikat, lihat bagaimana You Tube mengorbitkan seorang anak ingusan bernama Justin Bieber yang kemudian menghentak dunia musik internasional dan sekarang sedang membuat masyarakat Indonesia saling sikut dan gontok-gontokkan hanya untuk selembar tiket konsernya, di negara kita sendiri tak ketinggalan belum habis euforia keong racun ala Sinta dan Jojo muncul Sualudin dengan lagu Udin Sedunianya yang lumayan lucu sedikit aneh dan lebih banyak noraknya. Belum juga usai keterkejutan publik dengan aksi panggung Sualudin yang narsis abis dunia maya kembali diguncang oleh seorang anggota kesatuan Brimob Gorontalo bernama Briptu Norman 'Khan' dengan aksi lipsing Caiya Caiya-nya yang gokil dan menggila menghentak persepsi agitatif publik di seluruh lapisan masyarakat dari kelas tukang ojek sampai Kapolri dari Tukul Arwana sampai Vino G Bastian. Tampang boleh sangar tapi hati ternyata bak burung camar brader. Seperti itulah bukti bahwa betapa gelegar people power dapat dengan mudahnya dibangkitkan oleh magnet media virtual di era kekinian.

Fenomenal...itulah kata yang layak buat mereka hasil dari akumulasi sebuah kreatifitas, sedikit keberuntungan,  kemajuan Iptek, hingar-bingar media yang semakin hiperbolis dalam pemberitaan, dan kelabilan psikologis bangsa kesemuanya adalah faktor kunci yang bersinergi menghasilkan sebuah popularitas ketika fanatisme publik berhasil mereka kantungi dengan sempurna. Semuanya sah-sah saja asal jangan seperti seorang oknum anggota wakil rakyat di senayan yang kedapatan membuka konten video porno ketika sidang berlangsung yang ironisnya masih lekang ingatan publik ketika beberapa bulan lalu Menkominfo yang notabene berbasiskan bendera partai yang sama dengannya begitu gahar berteriak-teriak untuk memerangi akses situs porno di negeri ini. Alangkah lucunya negeri ini kawan...

Sungguh dunia maya semakin menampakkan cengkeramannya pada seluruh sendi pranata kehidupan bangsa khususnya dimensi humanis dan sosialis kemasyarakatan, tinggal bagaimana kita mengemudikan kenderaan media virtual ini dengan baik agar kita tidak tersesat dan salah arah kawan...

Rabu, 06 April 2011

Superhero Berkostum Merah Putih

Dalam beberapa dekade terakhir ini, nurani kita digelisahkan oleh maraknya aksi-aksi kekerasan. Negeri ini dianggap telah kehilangan nilai-nilai kesejatian diri sebagai bangsa yang terhormat dan bermartabat akibat meruyaknya aksi-aksi vandalisme yang tak henti-hentinya menggoyang sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Bangsa kita yang multikultur dan multiwajah dinilai telah kehilangan sikap ramah. Nilai-nilai keberadaban telah tereduksi oleh sikap-sikap kebiadaban yang membudaya dalam bentuk tawuran pelajar, pemerkosaan, pembunuhan, mutilasi, aborsi, dan berbagai perilaku vandalistis lainnya yang menggurita di segenap lapis dan lini kehidupan masyarakat. Sentimen-sentimen primordialisme berbasis kesukuan, agama, ras, atau antargolongan menjadi demikian rentan tereduksi oleh emosi-emosi agresivitas. Bangsa kita seolah-olah telah menjelma menjadi “homo violens” yang menghalalkan darah sesamanya dalam memanjakan naluri dan hasrat purbanya.

      Sungguh, kita sangat merindukan Indonesia yang multiwajah dan multikultur ditaburi dengan nilai-nilai keramahan, kearifan, dan fatsun kehidupan di berbagai sudut dan lorong kehidupan. Jangan sampai terjadi pesona kekerasan, arogansi kekuasaan, dan emosi-emosi agresivitas purba yang serba naif, makin memperkuat stigma bangsa kita sebagai bangsa bar-bar dan biadab.
Memang bukan hal yang mudah untuk memutus mata rantai kekerasan sebagai ekspresi bangsa yang “murka” akibat pasungan rezim masa lalu yang bertahun-tahun lamanya “memenjarakan” anak-anak bangsa dalam tungku kekuasaan yang dianggap tertutup, tiran, dan tidak adil. Kesenjangan sosial-ekonomi yang begitu lebar, disadari atau tidak, telah membuat kehidupan masyarakat di lapisan akar rumput menjadi gampang putus asa dan rentan terhadap aksi-aksi kekerasan.

      Yah percaya atau tidak percaya seperti itulah wajah jahiliyah moral bangsa kita hari ini, lihatlah bagaimana aksi arogansi dan anarkisme para mahasiswa sang generasi penerus tongkat estafet bangsa, atau bagaimana gaharnya para suporter fanatik sepakbola Indonesia yang begitu sempurna mencederai nilai-nilai sportivitas olahraga dengan tawuran-tawuran massalnya, pun begitu dengan pengkaderan beberapa  institusi pendidikan negara berbasis militer ataupun semi militer, lihat betapa mudahnya selembar nyawa anak-anak manusia melayang akibat sebuah aksi kekerasan atas nama pendidikan dan pelatihan mental.

      Sadar atau tidak sadar negara ini sedang berada di titik nadir peradabannya, sungguh ironis  melihat  bangsa ini begitu miskin akan keteladanan perilaku luhur kaum elite kita yang seharusnya menjadi patron dan sosok anutan sosial yang mengagumkan yang ada justru sebaliknya ketika perilaku korupsi, sikap serakah, dan mau menang sendiri, arogansi kekuasaan, saling serang seperti halnya TELENOVELA perebutan kursi ketua PSSI antara Puang Nurdin Halid dan Karaeng Andi Mallarangeng  justru menjadi tontonan masif di tengah massa yang demikian gampang disaksikan melalui layar kaca. Akar kekerasan yang membelit sendi-sendi kehidupan bangsa tentu saja tidak lahir begitu saja. Sistem pendidikan kita yang belum efektif dalam melahirkan generasi-generasi masa depan yang cerdas sekaligus bermoral yang kemudian “berselingkuh” dengan kultur sosial masyarakat kita yang sedang chaos dan “sakit” setidaknya telah memiliki andil yang cukup besar dalam menciptakan lingkaran kekerasan itu.

       Menurut hemat saya bahwasanya tanah air kita ini memerlukan pendidikan berbasis karakter baik dari segi humanis, sosialis maupun religi atau spritualis. Negara ini begitu merindukan sosok-sosok karakter superhero protagonis yang mampu menjaga kearifan lokal bangsa ini sehingga menjadi panutan dan suri tauladan publik. Superhero yang dapat memberi contoh brilian bagaimana membasmi KKN di negara ini dengan memprodeokan para koruptor kelas kakap sampai kelas teri tanpa tebang pilih, superhero yang dapat memadamkan kebakaran kilang minyak Cilacap tanpa perlu mengorbankan milyaran uang negara, superhero yang bisa memberi wejangan bijak bagaimana menyelesaikan konflik pemilihan ketua PSSI sehingga persebakbolaan bangsa tidak stagnan sekadar di titik euforia "Irfan Bachdim-holic" tanpa adanya prestasi membanggakan, superhero yang memiliki visi, trik dan tips tentang bagaimana membubarkan aksi anarkis mahasiswa dan tawuran massal suporter sepakbola dengan damai, superhero yang mampu mengajarkan bagaimana menangkap 2 selebritis kriminalis Melinda dan Shelly tanpa terendus oleh media massa, dan juga superhero yang memiliki visi intelektualitas dan intelejensi mengungkap misteri teror bom paket buku beberapa pekan silam, pada  intinya bahwa Republik yang kita cinta ini memang sungguh begitu membutuhkan contoh heroisme seorang manusia super yang mampu menyelesaikan semua masalah pelik di negara ini tanpa menimbulkan masalah baru, sehingga kita sebagai warga negara dapat belajar untuk tidak sekedar hanya mampu terus terbuai dalam romantisme sejarah patriotik dan kepahlawanan bangsa di masa lalu tetapi mengembalikan kobaran nyala api kebanggaan nasionalisme kita sebagai abdi sang Merah Putih kawan....


My name is Ryo and Im not a Superhero...


Senin, 04 April 2011

Just Waiting

Detak waktu beranjak
Iringi laraku
Ku menantimu wahai pemikat hati
Sekujur tubuh menanti
Untuk dapat bertemu
Tolonglah hadir aku menantimu
Bila waktu tlah berlalu
Senja dan hatiku kelabu
Bila janji tak lagi berarti
Sayang akankah kau tepati
Menunggu ternyata menyakitkan


 Alunan melodi mendayu-dayu khas Ribas mengiringi semburat temaram malam yang begitu gigil menemani kesendirianku malam ini. "I have nothing to do coz its the lazy time" sodara-sodara..Entah sudah berapa puluh kali tatapan mata ini beralih dari jam dinding, ke jam tangan, terus ke jam di handphone, mempertegas mosi tidak percaya terhadap sang penunjuk waktu,  stereotype... begitu terus berulang-ulang. Karena aku sedang menunggu kawan..Sungguh waktu tersebut ternyata terkadang lambat bagi mereka yang menunggu, terlalu cepat bagi mereka yang takut, terlalu panjang bagi mereka yang gundah dan terlalu pendek bagi meraka yang bahagia..Tetapi bagi yang mengisi waktu sebaik mungkin, waktu merupakan kunci kehidupan yang sebenarnya. Seperti itulah teorinya, namun sekarang saya sedang tidak tertarik dengan teori tersebut karena saya sedang menunggu..waktu terasa begitu lambat berputar pada saat kita berada di posisi seperti ini, seakan-akan ada medan magnet yang menghambat waktu itu berputar pada sumbunya.

Kalau ada survey tentang pekerjaan yang paling membosankan sekaligus mengesalkan di dunia ini, maka jawabannya adalah "menunggu" . Tanyakan hal ini pada bapak-bapak yang sedang menemani istrinya berbelanja apalagi kalau sang istri adalah seorang shopingholic sejati yang dianugerahi bakat menawar luar biasa atau tanyakan betapa tak enaknya menunggu pada para mahasiswa yang jantungnya tengah berdebar kencang menunggu pengumuman hasil ujian saat dimana nasibnya sangat tergantung pada permutasi huruf atau angka yang akan muncul di kolom samping namanya , atau tanyakan tentang betapa membetekannya menunggu pada tim-tim di Serie A Italia yang harus puas selalu menjadi penonton setia pesta scudetto Inter Milan 7 tahun berturut-turuta, akan halnya bila hal yang sama ditanyakan pada seorang ababil alias ABG labil yang baru saja menyatakan cintanya dan dijawab dengan alasan klasik oleh sang pujaan hati "saya nda bisa menjawabnya sekarang, beri saya beberapa hari untuk berpikir" .. Maka sempurnalah mulai saat itu perasaan sang abg labil diaduk-aduk, diobok-obok sedemikian rupa seperti kocar kacir dan morat maritnya bumbu-bumbu dapur yang berdesak-desakan dan bertumbuk-tumbukkan di dalam blender, waktu sehari baginya seperti setahun, kehilangan gairah makan, gusar, gelisah, gaduh, gundah gulana tapi tidak gundala karena itu superhero sang putra petir. Yah seperti itulah keajaiban dari kata menunggu, saya, kamu, dia dan mereka pasti pernah merasakannya padahal bila dicermati lebih bijak ternyata selalu ada hikmah dari menunggu, setidaknya mengajarkan kita untuk sabar serta lebih menghargai sang waktu sebab sungguh Allah memang tidak pernah menjanjikan bahwa langit itu selalu biru, bunga selalu mekar, dan mentari selalu bersinar tapi ketahuilah bahwa Dia selalu memberi pelangi di setiap badai, senyum di setiap air mata, berkah di setiap cobaan, jawaban di setiap do'a dan keindahan di balik setiap penantian panjang karena hidup bukanlah sebuah tujuan melainkan perjalanan. Jadi jelas ternyata kita lebih mendapat pelajaran hidup ketika berada di posisi menunggu dibanding orang yang ditunggu. Dinamika roda waktu memang selalu angkuh dengan keteraturannya tapi juga bijak dengan pembelajarannya.


Namun pada beberapa kesempatan ada beberapa anomali situasi yang mengharuskan kita memang tidak boleh menunggu dan lebih baik bersegera..lets start its early..
Jangan menunggu bahagia baru tersenyum,
tapi tersenyumlah maka kamu akan bahagia..

Jangan menunggu kaya baru bersedekah,
tapi bersedekahlah maka kamu akan semakin kaya..

Jangan menunggu termotivasi baru bergerak,
tapi bergeraklah maka kamu akan termotivasi..

Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli,
tapi pedulilah dengan orang lain maka kamu akan dipedulikan..

Jangan menunggu orang memahami kamu baru kita memahami dia,
tapi pahamilah orang itu maka orang itu akan memahami kamu..

Jangan menunggu terinspirasi baru menulis,
tapi menulislah maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu..

Jangan menunggu proyek baru bekerja,
tapi berkerjalah maka proyek akan menunggumu..

Jangan menunggu dicintai baru mencintai,
tapi belajarlah mencintai maka kamu akan dicintai..

Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang,
tapi hiduplah dengan tenang Insya Allah bukan sekadar uang yang datang..

Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti,
tapi bergeraklah maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti..

Jangan menunggu sukses baru bersyukur,
tapi bersyukurlah maka kesuksesanmu akan bertambah..

Jangan menunggu bisa baru melakukan,
tapi lakukanlah kamu pasti bisa..
Karena konon katanya seorang pecundang hidup selalu MENUNGGU bukti  sementara  pemenang hidup menjadi bukti...
Oh iya sudah jam 1 sekarang..akhirnya waktu itu telah tiba..saatnya daftar paket hemat nelpon...hehe..Lets killing the night sayam... =)
 
 

Shalat dalam Sajak

  
Indahnya Shalat

Bila Shubuh utuh..
Pagi tumbuh, hati pun teduh..
Pribadi tidak angkuh dan keluarga tak keruh..
Maka damai berlabuh..
Genderang kejayaan Islam pun ditabuh..

Bila Dzuhur teratur..
Diri jujur, hati tidak kufur..
Rasa selalu syukur, amal tidak uzur..
Keluarga akur, maka pribadi jadi makmur..
Kemuliaan pun tumbuh subur..


Bila Ashar kelar..
Jiwa sabar, raga jadi tegar..
Kebahagiaan menyebar..
Simpul senyum melebar..
Aura positif memancar..
Maka rezeki pun lancar..


Bila Maghrib tertib..
Ngaji jadi wajib, wirid pun jadi karib..
Jauh dari aib..
Maka syafaat tidak raib..
Hingga memperbaiki nasib


Bila Isya terus bercahaya..
Iman jadi kaya..
Dihindarkan dari marabahaya..
Ibadah pun layaknya tamasya..
Tak terasa hingga umur separuh baya..
Menjadi muslim sejati nan raya..
Itulah impian saya..
  
\Amin Ya Allah, Amin ya Rahman, Amin ya Rahim….Amin ya Mujibasahillin....



Minggu, 03 April 2011

Kesehatan Gratis


"Orang miskin dilarang sakit"
Pasemon ini pernah booming beberapa tahun lalu dengan niat mulia sekedar ingin menyindir secara halus sekaligus menggugah secuil sisi kemanusiaan dari pemerintahan negeri ini namun rupanya saraf-saraf para pranata pemerintahan ini telah sempurna kebebalannya alias mati rasa. Wajah-wajah sendu para balita mungil yang mengidap gizi buruk dan jeritan tangis para anak-anak bangsa dengan penyakit-penyakit bawaan atau cacat lahir namun tak punya cukup rupiah untuk operasi hanya mendapat picingan sebelah mata dari mereka para rezim yang berkuasa maka jangan heran kalau kita terancam berada dalam gerbang " the lost generation " !!!

Tawaran solutif setengah hati pun diapungkan oleh para pelakon senayan yaitu dengan adanya program "Kesehatan Gratis". Namun kenyataannya secara faktual di lapangan ternyata jauh panggang dari pada api. Pengurusan yang rumit, benturan program antara pihak provinsi dan kabupaten/kota ketika sistem rujukan digunakan,  penyalahgunaan hak program ini oleh orang-orang yang sebenarnya mampu secara materi, keterbatasan item-item kesehatan yang digratiskan , proses yang bertele-tele dan memakan waktu di RS, obat yang didapat generik pula, pelayanan yang didapat pun jauh di bawah standar membuat mereka berapologi bahwa lebih baik berobat kampung atau jalur alternatif sodara-sodara sekalian....Apalagi mengingat program kesehatan gratis ini hanya tekonsentrasi pada wilayah upaya kuratif (pengobatan) dan mengabaikan tatanan preventif atau pencegahan..Yah mereka hanya suka memberi multivitamin dan buah-buahan pada orang sakit agar menjadi sehat tapi tak pernah terpikir untuk memberi multivitamin dan buah-buahan untuk mencegah orang sehat agar tidak sakit... Ironis...

Padahal menurut sosok yang begitu saya idolakan bahwa sebenarnya memanage program kesehatan gratis di suatu itu sangatlah mudah. Dalam bahasa sederhana begini ungkapnya " Kesehatan gratis itu gampang, investasikan atau depositokan di Bank saja sejumlah anggaran yang menjadi porsi untuk penunjang pelayanan kesehatan, dana itu kemudian menjadi dana abadi lalu bekerja sama dengan pihak asuransi terpercaya dalam mengawasi proses dan pelaksanaannya di lapangan..itu saja..kalau memungkinkan bahkan seluruh masyarakat bisa kita asuransikan.."

Kesehatan memang adalah salah satu kebutuhan dasar setiap manusia menurut kriteria Maslow. Yah, setiap aku, kamu, dia dan mereka pasti butuh untuk hidup sehat agar dapat menjalankan seluruh fungsi kehidupan dengan sempurna baik sebagai hamba maupun sebagai khalifah di muka bumi. Nyatanya  jauh sebelum mereka berkicau ria tentang program " Kesehatan Gratis " dan bahkan jauh sebelum Maslow merumuskan tentang kebutuhan dasar manusia tersebut, sadar atau tidak sadar yang Maha Kuasa telah lebih dahulu memberikan kesehatan secara gratis kepada kita semua mahluk ciptaan-Nya terkasih namun sialnya kita manusia malah terkadang tidak menyadari adanya karunia mega anugerah ini, bahkan kita lebih banyak menjajah tubuh ini sedemikian rupa sampai di luar batas kemampuannya, sampai aus, sampai lowbet hanya untuk menguber kenikmatan hedonis duniawi. Mungkin karena idiom yang berkembang dalam masyarakat Indonesia bahwasanya biasanya segala sesuatu yang gratis itu selalu bukanlah barang yang istimewa atau umumnya merupakan barang-barang yang telah mengalami degradasi mutu baik secara kualitas maupun kuantitas, seperti halnya beras raskin atau sumbangan pakaian bekas gratis misalnya. Hal inilah yang membuat manusia pada umumnya tidak pernah menyadari karunia kesehatan tersebut sampai sebuah penyakit menampar dan menyadarkan mereka.

Titah manusia pada umumnya memang baru merasakan arti pentingnya sesuatu setelah kehilangan sesuatu hal tersebut. Kita baru merasakan betapa pentingnya makna kesehatan dalam kehidupan setelah kehilangan kesehatan itu dan mengalami sakit. Jadi memang rasa sakit itu terkadang perlu  yang tidak lain untuk menyadarkan manusia agar lebih bersyukur sodara-sodara sekalian...

Jadi apa yang perlu dibanggakan dari keindahan fisik yang nyaris sempurna bila raga tersebut kehilangan fungsi fisiologisnya. Apa yang bisa dibanggakan dari sepasang mata yang indah bak tatapan elang yang sekali melirik dua sampai tiga lawan jenis terklepak-klepak bila mata itu lalu katarak sebelahnya, apa yang bisa dibanggakan dari sepasang kaki jenjang dan betis gempal padat berisi bila harus lumpuh lunglai di atas kursi roda, apalah gunanya semua keindahan ragawi itu bila Allah SWT mencabut nikmat fungsinya, jawabnya tak ada..karena semuanya menjadi nisbi tak berarti sama sekali. Sebab begitulah hukum alamnya bahwa segala sesuatu yang berbau materi dan fisik adalah fana atau tak abadi. Jadi janganlah terlalu membanggakan kulit yang kuning langsat, bibir merah delima, mata bola anggur, hidung lancip kulit durian, atau pipi bulat tomat mungkin. 

Seiring dengan derap dan dinamika peradaban yang terus melaju menuju pusaran global dan modernisasi sangat jamak kita temui manusia-manusia yang bekerja keras membanting tulang, membanting otak dan otot hanya untuk mencari rupiah demi rupiah hingga mengabaikan kesehatan dan berpuluh-puluh tahun kemudian manusia-manusia yang sama ini pun menjadi sukses bergelimang harta berhasil memuaskan hasrat hedonisnya namun sayangnya beberapa tahun kemudian sekonyong-konyong menghabiskan seluruh harta tersebut hanya untuk sekedar SEHAT...Satire...


So mulai sekarang belajarlah mensyukuri nikmat anugerah ini karena semuanya gratis kawan..Di saat kita miris melihat nyaris tak ada lagi yang gratis di bumi ini di tengah dinamika peradaban yang demikian gegap-gempita menyajikan repertoar-repertoar global yang genuine dan beradab ini kawan..maka Rawatlah baik-baik mega anugerah yang gratis ini dengan sebaik-baiknya..

Otak yang merupakan komputer termutakhir dan terbesar kapasitas memorinya butuh refreshing setelah penat.
Mata yang merupakan kamera hidup yang mampu memotret tanpa film butuh memandang objek jauh minimal setiap 15 menit setelah kita membaca buku, menonton ataupun berada di depan komputer agar visusnya tetap baik.
Telinga yang merupakan stasiun penerima gelombang suara perlu rajin dibersihkan dengan cara yang baik dan benar bukan dengan menggunakan benda-benda tajam seperti kunci atau keris  tapi dengan cottonbudh yang berkepala mini ingat yang mini bukan yang besarnya seperti ibu jari karena itu hanya akan mendorong masuk sekret/kotoran.
Tulang belakang yang beruas kuat namun lentur menjaga jaras-jaras saraf ke berbagai organ dan tungkai juga harus dipelihara dengan cara duduk yang baik dalam posisi vertikal satu garis lurus tidak miring kiri atau kanan semau gue, tidak juga terlalu dimanjakan dengan ranjang atau sofa-sofa empuk karena seluruh beban tubuh berada di ruas tulang belakang bagian bawah ketika kita berubah posisi dari baring ke duduk atau dari duduk ke posisi berdiri akan halnya dengan posisi tubuh ketika mengangkat beban berat sebaiknya dengan berjongkok dahulu lalu mengangkat jangan dengan sambil merunduk karena beban yang diangkat terbagi juga ke ruas tulang belakang bagian bawah pula.
Jantung yang merupakan kuli ajaib yang tak kenal lelah juga butuh istirahat yang cukup agar awet sehingga katup-katup dan otot-ototnya tidak mudah aus maka tidurlah yang cukup setiap harinya kawan..
Hidung yang merupakan Air Conditioner multifungsi otomatis..
Paru-Paru yang merupakan ruang ventilasi dengan loket saluran yang sangat panjang juga harus selalu dijaga dari jahilnya asap-asap rokok tak berprikemanusiaan..
Lidah yang pesilat tak kenal lelah..
Tenggorokan yang merupakan saluran dwi fungsi yaitu bersuara dan menelan..
Lambung yang merupakan bejana lunak berisi asam pekat harus selalu dijaga dengan makan teratur dalam hal kualitas gizi dan frekuensi..
Usus yang merupakan pabrik yang mengurai racun menjadi gizi janganlah terlalu dimanjakan dengan jajanan tidak hygienis dari luar.
Hati yang merupakan pabrik primitif sekaligus super modern yang menjalankan bisa sampai 500 jenis tugas fungsional tubuh juga perlu dijaga dari jahiliyahnya minum beralkohol.
Ginjal yang tersusun atas dua juta alat saring untuk membersihkan darah harus dipelihara fungsinya dengan meminum air putih minimal 8 gelas sehari atau juga jangan suka menunda-nunda untuk buang air kecil sodara-sodara...

Karena kesemua organ di atas membentuk manusia menjadi sebentuk mahlukoktilioner yang ajaib. Sehingga organ-organ di atas memiliki hak untuk dijaga, dipelihara dan dirawat sebab sungguh mereka merupakan titipan Allah SWT pada kita manusia. Maka janganlah sekali-sekali membuat organ-organ tersebut menyesal ditempatkan dalam raga kita ini hingga mereka berdemonstrasi atau bahkan sampai mogok kerja. Ketika terjadi pergeseran episentrum epidemiologi penyakit dari penyakit infeksius ke penyakit degeneratif maka umumnya saat ini penyakit bukanlah sebuah takdir tapi adalah konsekuensi dari pilihan kita..yaitu pilihan kita untuk membiasakan pola hidup tidak sehat. Sehat itu sebenarnya murah dan mudah, sayangnya justru kita manusia sendiri yang membuatnya jadi mahal dan susah..




Sebait Ode Untuknya...


 C A N D U

Kau adalah candu bagiku...

Candu yang seperti muscle relaxan high dose..
Melemaskan semua otot pada tungkai setiap kali kita mencoba menerjemahkan rasa itu...
Candu yang bekerja bak diazepam dosis tinggi..
Mendepresi batang otak menyesakkan napas ini setiap berada di dekatmu...

Candu yang menstimulus semua hormon yang bekerja di sistem lymbic ku...
Stimulus sama yang selalu dapat mensekresi epinefrin dari post ganglionnya..
Senyuman itu lalu memicu adrenalin mendetakkan jantung lebih cepat..
Suara itu mengacaukan sistem proprioseptif dan nosiseptif dengan sempurna.

Menghadirkan affek elasi tak berbatas...
Menimbulkan simpul senyum tak berbias...


Sungguh tak ada keraguan sedikitpun dan sedetikpun tuk menjadi seorang pencandumu sayam...